Read more: http://pkt-studio.blogspot.com/2012/03/untuk-mencari-tutorial-cara-membuat.html#ixzz1yd6Hmdnt
Read more: http://pkt-studio.blogspot.com/2012/03/untuk-mencari-tutorial-cara-membuat.html#ixzz1yd6T3ElW

Kamis, 19 Juli 2012

YAHUDI SPONSOR INGKAR SUNNAH MODERN

Siapa yang belum kenal Yahudi? Mereka adalah umat yang terkenal kelicikan dan kekejiannya. Terlalu banyak gelar-gelar yang disandang oleh mereka. Yang jelas mereka sangat hasud, iri dan dengki kepada umat Islam, mengingkari, membangkang, dan mendustakan para Nabi, bahkan membunuh banyak nabi dan para penegak kebenaran. Mereka sangat membenci Allah, para malaikat dan kaum muslimin, sangat berani dan lancang kepada Allah dan rasul-Nya, selalu merubah-rubah firman Allah, dan tidak rela sebelum orang Islam mengikuti jejak langkah mereka. Apapun mereka tempuh demi terciptanya tujuan mereka.

Diantara sifat Yahudi yang paten dan laten adalah merusak; merusak agama, manusia, dan dunia. Allah berfirman tentang mereka:

وَيُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ

Dan mereka berbuat kerusakan dimuka bumi [Al-Baqarah: 64]

INGKAR SUNNAH KLASIK

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam (telah meramalkan bahwa nanti akan muncul generasi yang mengingkari hadits sebagai sumber hukum Islam. Hal ini diriwayatkan oleh beberapa sahabat yaitu al-Miqdam Ibn Ma’di Karib al-Kindi, Abu Rafi’ Aslam Maula Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan Abu Hurairah . Hadits-hadits tersebut terdapat dalam beberapa kitab antara lain Sunan Abu Daud, Sunan Tirmizdi, Sunan Ibnu Majah, Mustadrak Imam Hakim, dan disebutkan oleh al-Khatib dalam al-Fiqh, al-Ajjuri dalam asy-Syari’ah, Ibn Abdil Barr dalam Jami’ Bayan al-‘Ilmi, dan Ibn Hibban dalam muqaddimah kitabnya.

Pada masa sahabat dan tabi’in, khususnya di daerah Bashrah, Iraq telah muncul beberapa orang yang mengingkari hujjiyah sunnah yang disebabkan karena tidak mengetahui kedudukan sunnah, karena itu setelah dijelaskan merekapun bertaubat. Jadi dalam masalah ini belum berbentuk kelompok, aliran atau faham.
Pada abad kedua hijriyah muncullah kelompok ingkar sunnah, terutama yang tidak mutawaatir, tempatnya juga di Bashrah.

Kemudian pada abad ketiga dan seterusnya pengingkar hadits ahad dipelopori oleh Mu’tazilah dan sebagian Khawarij, akan tetapi gaung mereka tidak sampai mendunia. Berbeda dengan Syi’ah mereka menolak semua hadits-hsdits sunni tetapi hanya berlaku dalam kalangan Syi’ah.

INGKAR SUNNAH DI ABAD MODERN

Sebelas abad setelah itu, tepatnya pada abad ke-14 H, setelah runtuhnya negara-negara Islam ditangan barat, muncullah gerakan faham ingkar sunnah secara mutlak. Faham sesat ini dibidani oleh seorang Yahudi tulen. Aneh tetapi nyata. Seharusnya menjadi maklum bahwa Yahudi itu ingkar Al-Qur`an dan Sunnah. Akan tetapi jalan baru ini dinilai sebagai alternatif jitu untuk membidik leher umat Islam. Dan yang lebih aneh lagi pemikirannya yang jelas-jelas rusak itu diikuti oleh sebagian sarjana muslim.

Yahudi tersebut adalah seorang orientalis terkemuka bernama Ignaz Goldziher. Dia mengingkari sunnah melalui karangannya Muhammadanische Studien yang diterbitkan pada tahun 1890 M di Jerman.

Prof. DR. Goldziher (1850-1921 M) adalah Yahudi Honggaria. Ibu bapaknya adalah tukang mas di Honggaria dan beragama Yahudi tulen. Nenek moyangnya juga beragama Yahudi fanatik. Dalam usia yang sangat muda (19 tahun), ia dilantik menjadi doktor dalam bidang Islamologi di Jerman, dibawah bimbingan Prof. Rodiger. Dia ahli dalam bahasa Ibrani, dan tulisan-tulisannya dipublikasikan dalam bahasa Jerman, Perancis, dan Inggris.

Ia kemudian mendapat beasiswa untuk belajar di Al-Azhar, Kairo, Mesir, pada tahun 1873-1874 guna memperdalam bahasa Arab dan pengetahuan Islam untuk menghancurkan Islam dari dalam.

Goldziher selama 30 tahun (1876-1904) menjadi sekertaris masyarakat Israel modern di Post. Dan selama 14 tahun (1900-1914) mengajar filsafat agama Yahudi di Jewish Theological Seminary (Sekolah misi Ketuhanan Yahudi) Bedapost.

Goldziher, bapak aliran sesat ingkar sunnah modern adalah orang yang paling berperan dalam merubah pola studi Islam, dengan perubahan yang sangat radikal dan substansial. Dan kerangka teorinya telah diikuti oleh para orientalis besar lainnya.

Goldziher mengatakan bahwa: "Hadits, sebagian besar adalah hasil dari perkembangan politik dan kemasyarakatan dalam abad kesatu dan kedua Hijriyah, jadi bukan ucapan nabi Muhammad, tetapi hampir semua hadits dibuat oleh orang-orang yang ada pada generasi Bukhari dan Muslim, lalu mereka beri sanad. Para ulama telah membuat banyak hadits dengan tujuan ingin menjadikan Islam sebagai agama yang multi dimensi, holistik dan komprehensif. Karena itulah hanya al-Qur`an yang bisa dijadikan pijakan".

Yahudi lain yang sangat berpengaruh dalam paham ingkar sunnah adalah Joseph Schacht (1902-1969), seorang orientalis Yahudi dari Jerman. Dia banyak memegang jabatan-jabatan akademis dibeberapa negara seperti Jerman, Mesir, Inggris, Amerika, al-Jazair, dan Belanda. Dia termasuk redaktur The Encyklopedia of Islam, sebagaimana Goldziher sebelumnya. Dan buku Schact yang terkenal adalah The Origin of Muhammadan Jurisprudence dan buku An Introduction to Islamic Law. Dalam buku yang pertama itu, Joseph Schact menyatakan bahwa: “Sanad hadits Nabi hanyalah buatan dan gubahan sandiwara, namun masih ada hadits yang bisa dipercaya”. Dan masih banyak lagi syubhat-syubhat yang dilontarkan oleh para penyeru ingkar sunnah. Kemudian pemikiran Schact dimodifikasi dan diperbaharui oleh orang Islam yang bernama Fazlur-Rahman, dalam bukunya Islamic Methodology in History ia menyatakan bahwa masih banyak hadits yang masih bisa dipercaya. Dari sinilah syubhat-syubhat Yahudi itu tersebar.

GERAKAN INGKAR SUNNAH DI DUNIA ARAB DAN MESIR

Gerakan ingkar sunnah dengan cepat merambah ke Mesir pada masa Muhammad Abduh dan sesudahnya. Diantara tokoh-tokoh yang banyak meenggugat sunnah adalah Ali Abdur-Raziq, Muhammad Ammarah, Hasan Turabi, Fahmi Huwaidi, Hasan Haikal, Qasim Amin, Ahmad Amin, dan lain-lain.

GERAKAN INGKAR SUNNAH DI INDIA

Di India pengaruh minoritas Kristen pada masa penjajahan Inggris sangat kuat. Diantara budak penjajah adalah Mirza Ghulam Ahmad (1907 M) yang mengaku menjadi nabi yang dengan demikian memusuhi sunnah-sunnah nabi.

Tokoh pengingkar sunnah lain adalah Sir sayyid Ahmad Khan (1817-1898). Dia di India mirip Muhammad Abduh di Mesir.

Ahmad Khan menolak mu’jizat dan hadits-hadits shahih bahkan akhirnya hanya iman dengan Al-Qur`an saja. Setelah itu pengingkar sunnah menjamur di India.

GERAKAN INGKAR SUNNAH DI AMERIKA DAN EROPA
Gerakan ini dipimpin oleh Ir Rasyid Khalifah kelahiran Mesir berwarga negara Amerika. Ia menyatakan bahwa hadits-hadits itu adalah buatan Iblis.

Kini gerakan ingkar sunnah sudah menyebar dimana-mana termasuk di Indonesia. Dan banyak orang-orang membawa pikiran-pikiran ingkar sunnah tetapi tidak merasa bahwa dirinya adalah pengingkar sunnah. Ini kebanyakan terjadi pada sarjana-sarjana yang menimba ilmu dari para orientalis anak cucu dari Goldziher yang mengatas namakan penelitian ilmiah ataupun wacana ilmiah.

Mengapa sarjana- sarjana muslim banyak yang terjebak?

Perlu diingat, Goldziher bukanlah seorang diri, semua orang Yahudi ada dibelakangnya. Jumlah Yahudi di dunia sekarang ini sekitar 15 juta jiwa; 6 juta di Amerika Serikat, 6 juta 920 ribu di Amerika Utara dan selatan dan 3 Juta 653 ribu di Israel. 70 % dosen dan guru besar di Amerika Serikat adalah Yahudi. 50% penerbit dan percetakan di Amerika Serikat dikuasai Yahudi, 50% buku-buku sekolahan berisi informasi yang bias dan mendiskreditkan Islam, dan hanya 17% yang berisi informasi benar tentang Islam dan sisanya perlu direvisi dan dibetulkan.

Ketika Barat menjadi kiblat dunia pendidikan dan para para alumninya sudah banyak berperan di negara-negara Islam maka terasalah pengaruh-pengaruh orientalis yahudi semisal Goldziher dengan segala pemikiran yang berkedok modernisme dan penelitian ilmiah itu. Sementara orang-orang muslim yang belajar kesana belum mengerti apa sebenarnya al-Qur`an dan sunnah itu. Maka salah seorang pakar Islam yang mendalami masalah ini menyimpulkan bahwa ada empat faktor yang menyebabkan pikiran-pikiran orientalis Yahudi dan Nashrani (termasuk ingkar sunnah) diikuti oleh sarjana-sarjan muslim.

1. Bodohnya saudara kita, mereka tidak menelaah Islam dari sumber-sumbernya yang jernih, tidak mempelajari Islam dari pintunya.

2. Terkecoh dan tertipu dengan metodologi dan pendekatan yang diklaim sebagai metode ilmiah yang obyektif dan positif.

3. Ambisi mereka untuk tenar dan berpenampilan modernis.

4. Ketidak berdayaan mereka dibawah dominasi pemikiran yang menyimpang. Mereka tidak memiliki daya dan kemampuan untuk melindungi diri melainkan dengan bersandar kepada para orientalis tersebut karena memang mereka jauh dari ulama dan telah dijauhkan dari ulama oleh para orientalis itu.

Coba kita bayangkan misalnya mahasiswa muslim yang lugu itu duduk dihadapan Profesor Yahudi di Amerika, yang nama dan gelarnya telah menyihir banyak orang. Lalu sang Profesor itu berkata bahwa sunnah itu tidak bisa jadi sumber hukum islam sebab ; Hadits-hadits itu baru dikumpulkan setelah seratus tahun dari wafatnya Muhammad. Hadits-hadits maudhu’ telah bercampur aduk dengan yang shahih yang tidak memungkinkan lagi untuk memilah-milahnya.

Metodologi ahli-ahli hadits selama ini belum cukup untuk menemukan yang shahih diantara yang cacat karena kaidah-kaidah itu hanya berbicara sekitar kritik sanad dan rawi, tidak pada matan. Muhammad sendiri telah melarang menulis hadits, karena itu tidak ada catatan hadits pada zamanya bahkan pada Khulafa ar-Rasydin juga melarang, baru seratus tahun kemudian dikumpulkan dari ingatan-ingatan manusia yang “mahallul khata` wan-nisyan” itu?

Kira-kira demikian diantara ucapan Profesor itu, sementara mahasiswa tadi itu lugu tidak tahu apa-apa tentang itu semua. Kira-kira apa yang akan dia lakukan? Apakah diam atau membantah? Atau apa?. Karena pikirannya kosong belum pernah berfikir semacam itu, sebagai seorang muslim pertama kali dia pasti ingin berontak, paling tidak meragukan dengan berkata “masak benar begitu?”. Lama kelamaan setelah Profesor itu menjelaskan dengan bersilat lidah dan bermain kata-kata, maka mehasiswa itupun jatuh dalam pelukannya dengan berkata, “oh……. begitu…. ya… ya… ya... baru mengerti saya… ini baru namanya ilmu..!!”

Ketika orang seperti mahasiswa tadi banyak jumlahnya dan pulang dengan gelar Doktor dan Profesor, maka Goldziher berubah nama menjadi “Ahmad Sarjono”, “Ahmad Khalash” dan lain-lain.

Begitulah nasib akhir dari sebuah generasi yang jauh dari ulama kemudian berguru kepada orang Yahudi

Semoga umat Islam ini sadar dan menjadi pembela Islam dan sunnah Nabinya berdasarkan bimbingan ulama (Habibana Muhammad Rizieq Syihab)

belajar bersama pensil

"Pensil itu mempunyai 5 kualitas yg bisa membuat kita selalu tenang dalam menjalani hidup, jika kita selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini."

1. Kualitas yang pertama

Pensil mengingatkan kita kalau kita bisa berbuat hal yg hebat dalam hidup ini. Tetapi layaknya sebuah pensil ketika menulis, kita jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kita dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan TUHAN.
DIA akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya."

2. Kualitas kedua

Dalam proses menulis, kita kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kita, dalam hidup ini kita harus berani menerima penderitaan dan pencobaan dan tantangan dalam kehidupan, karena hal itulah yg akan membuat kita menjadi orang yg lebih baik.

3. Kualitas ketiga

Pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu, kita selalu diberi kesempatan memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yg benar.

4. Kualitas ke empat

Bagian yg paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yg ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah menyadari hal-hal di dalam diri kita.
Instropeksi diri dan jangan mudah menyalahkan orang lain.

5. Kualitas ke lima

Sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga kita harus sadar kalau apapun yg kita perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan dan perkataan agar tidak menyakiti orang lain.

jangan menipu diri selama bulan ramadhan

JANGAN MENIPU DIRI SELAMA RAMADHAN. “Mungkin hasil yang dicapai seorang shaaim (yang berpuasa) hanya lapar dan haus semata. Dan bisa jadi hasil yang diperoleh oleh orang yang shalat malam (qiyamul-lail) hanyalah berjaga.” (Riwayat Ahmad dan Hakim). Ada tiga fenomena yang menonjol di bulan Ramadhan, yang menggambarkan betapa masih carut marutnya pemahaman umat Islam terhadap ajarannya sendiri.

Pertama, sebagian besar kaum Muslimin baru mengenal Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT) setelah datangnya bulan Ramadhan. Selama sebelas bulan penuh mereka menjauhi al-Qur’an, menjauhi masjid, menjauhi kebaikan. Sebaliknya, mereka mendekati tempat-tempat kemungkaran, merapat pada kejahatan, dan melalaikan Allah.

Tatkala Ramadhan tiba, mereka lalu seolah-olah baru tersentak kaget. Mereka bersiap menyambut puasa dengan mendatangi masjid beramai-ramai, mereka seolah tenggalam dalam kekhusyukan dan kesahduan puasa di bulan Ramadhan. Mereka terlihat bersimpuh, merendahkan diri seolah-olah hendak menipu Allah.

Pertanyaannya, bukankah mereka menyadari bahwa Tuhan pencipta bulan Ramadhan juga pencipta bulan Sya’ban dan Syawwal? Bukankah mereka telah mengetahui bahwa Allah Maha Melihat perbuatan manusia, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, baik di bulan Ramadhan maupun di bulan-bulan lainnya? Lalu mengapa mereka baru terlihat sibuk beribadah pada bulan Ramadhan saja?

Wahai saudaraku, Allah senantiasa melihat, mengetahui, dan mencatat semua amalan kita, baik di bulan Ramadhan maupun di bulan-bulan lainnya. Untuk itu, jangan berhenti berbuat baik hanya di bulan Ramadhan saja. Teruskan…!

Kedua, pada malam-malam bulan Ramadhan sebagian kaum Muslimin meramaikannya dengan shalat tarawih berjama’ah. Mereka berdatangan dari segala penjuru hingga masjid-masjid dan mushalla-mushalla penuh sesak bahkan meluber hingga ke jalan-jalan. Pemandangan ini sungguh sangat menggembirakan, tapi pertanyaannya, kemana mereka setelah Ramadhan berakhir?

Padahal shalat tarawih kedudukannya hanyalah sunnah, sedang shalat lima waktu adalah fardhu, yang wajib dilaksanakan secara berjama’ah di masjid (bagi kaum pria yang mampu dan tidak ada halangan). Pemahaman yang salah kaprah seperti yang dipraktikkan selama ini sudah saatnya diperbaiki. Kaum Muslimin sudah saatnya lebih cerdas dari sebelumnya. Mereka harus tahu bahwa amalan yang wajib harus diutamakan daripada amalan sunnah. Menjalankan shalat fardhu berjama’ah lebih penting dan lebih utama daripada shalat tarawih berjama’ah.

Ketiga, kebiasaan buruk selama puasa adalah memperpanjang tidur pada siang hari. Ada sebagian yang meneruskan tidurnya setelah shalat Subuh hingga siang hari dan ada pula yang tidur mulai dari Dzuhur hingga Ashar. Dengan tidur sepanjang itu, dimana kenikmatan menjalankan puasa? Di mana kita berlatih menahan lapar, merasakan pahit getirnya nasib para fuqara dan masakin?

Lebih ironis lagi jika malam-malam hari Ramadhan dihabiskan untuk begadang dengan melakukan perbuatan yang sia-sia, mendengarkan lagu-lagu lewat radio, menonton televisi hingga larut malam, atau melakukan permainan lainnya, sementara siang harinya justru dipakai untuk tidur. Lalu di mana makna iman di bulan Ramadhan?

Tidur siang hari memang tidak dilarang, jika dilakukan sesuai dengan kebutuhan. Tetapi jika dilakukan dalam tempo yang sangat panjang, lalu di mana makna puasa? Jika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) dan para sahabat memanfaatkan bulan Ramadhan bahkan sampai untuk berperang saat perang badar, lalu pantaskah jika kita justru menghabiskannya untuk tidur-tiduran? (Habibana Muhammad Rizieq Syihab)

Selasa, 17 Juli 2012

arti sebuah persahabatan

Alkisah, dua orang sahabat karib sedang berjalan melintasi gurun pasir. Ditengah perjalanan mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya.
Orang yang kena tampar, hatinya merasa sakit tapi tanpa berkata, lalu dia menulis diatas pasir :
" Hari ini sahabat terbaikku menampar pipiku."

Mereka terus berjalan sampai akhirnya menemukan oasis. Mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang kena tampar itu berenang dan nyaris tenggelam, tapi berhasil diselamatkan sahabatnya. Setelah dia siuman dan rasa takutnya hilang,kembali dia menulis :
"Hari ini sahabat terbaikku menyelamatkan nyawaku."

Sahabatnya bertanya, "kenapa setelah saya melukai hatimu dengan tamparan, kau menulisnya diatas pasir,sekarang menuliskan ini di batu?"


Sambil tersenyum temannya menjawab :

"Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya diatas Pasir agar "angin Maaf" datang berhembus dan menghapusnya. Dan ketika sesuatu yang luar biasa baik terjadi, kita harus memahatnya diatas "Hati" kita, agar tak pernah bisa hilang tertiup angin, namun tersimpan selamanya."

Sahabat...

Adakalanya kita dan orang terdekat kita berada dalam situasi yang sulit, yang kadang menyebabkan kita mengatakan atau melakukan hal-hal yang menyakiti satu sama lain.
Juga terjadinya beda Pendapat dan Konflik karena Sudut Pandang yang berbeda. Oleh karena itu, sebelum kita menyesal dikemudian hari, cobalah untuk saling meMAAFkan dan meLUPAkan masa lalu. Hiduplah saat ini...belajar dari masa lalu, sehinga menjadi semakin baik dan indah adanya.

Habib Hasan adalah anak sulung Habib Jafar  assegaf yang lahit di bogor pada 26 feb 1977,ia mendapat pendidikan awal dari ayahnya kemudian meneruskan ke pesantren Darul Hadist dan Darul tauhid di Malang selama tiga tahun
Alhabib Hasan Bin Jafar  Assegaf
Tahun 1998 Habib Hasan membuka sekaligus memimpin majelis ta’lim Al irfan.pengajian di gelar di kediamannya,Bogor,tepat di belakang rumah Habib Kramat empang bogor.pada suatu malam setelah shalat istikharah dan sebelumnya melakukan ziarah kemakam kakeknya,Habib Abdullah bin Muksin Alattas di Bogor,habib hasan bermimpi,”ana bermimpi bertemu Habib Kuncung (Habib Akhmad bin Alwi Alhaddad).dalam mimpi itu Habib kuncung berkata agar ana berdakwah di Jakarta”.tutur Habib Hasan.
Menyadari bahwa saran itu datang dari Habib kharismatik yang sudah tiada,Habib Hasan pun memulai dakwahnya di Jakarta.
Awalnya dia berkeliling dari rumah ke rumah murid muridnya.6 bulan kemudian,seorang jamaah datang kepadanya dengan membawa seorang pria berumur separuh baya,pria itu minta habib hasan bersedia mengobati kakinya.”ketika itu ana bingung,karena ana belum pernah menangani hal demikian”.kenangnya.namun,karena tak ingin mengecewakan tamunya,habib hasan kemudian mengambil sebotol air putih dan emmbacakan ratib alattas.botol itu kemudian  diserahkan kepada si sakit dengan pesan agar di minum setibanya di rumah.“Dua hari kemudian orang itu kembali kemari dalam keadaan sembuh”ujar habib hasan.
Entah bagaimana,rupanya peristiwa itu menyebar hingga nama habib hasan dikait-kaitkan dengan hal hal yang bersifat mistis dan supranatural,namun yang jelas sejak saat itu,jamaahnya pun bertambah secara signifikan,,menjadi seratus orang.awal tahun 1999 Habib umar bin Hud cipayung wafat,habib umar adalah teman kakek Habib Hasan.untuk menghormati teman kakeknya itu Habib Hasan mencium kening Almarhum dan berdoa,”Ya Allah jadikan aku seperti almarhum dalam hal ilmu dan amal”.satu bulan kemudian,jamaahnya bertambah lagi menjadi empat ratus orang.karena pertambahan jamaah yang cukup besar itu,pada akhir tahun 1999 atas saran H jamalih bin h puin sesepuh setempat,ia memindahkan tempat ta’lim ketempat masjid Ak Akhyar di kampong kandang.ketika saran itu dilaksakan yang hadir ada lima ratusan orang.
Selanjutnya jalan lebar seperti terbuka dengan sendirinya,masjid masjid seputar cilandak membuka pintunya lebar lebar untuk menapung acara majelis ta’lim Al-irfan.tahun 2000 jumlah jamaah bertambah lagi menjadi sekitar 800 orang,yang berdatangan dari segala penjuru Jakarta.melihat hal itu Habib Umar bin hafidz dari Tarim,Hadramaut,Yaman,setelah meminta pertimbangan kepada Habib Anis Alhabsyi mengubah nama majelis ta’lim itu menjadi  Nurul Musthafa yang berarti cahaya manusia pilihan.
Dua tahun kemudian,2002,syiar majelis ta’lim Nurul Musthafa meluas,mulaidari warung buncit,mampang prapatan,kuningan,kalibata,hingga kreo,jumlahnya pun bertambah menjadi sekitar 2000 orang.tahun 2003 majelis ta’lim Nurul Musthafa dikunjungi ulama ulama besar,seperti Habib abd qodir almansyur dari Makkah,Habib Zain bin smith dan putranya juga Habib Hasan Asy syatiri dari Tarim,Hadramaut.
Tahun 2003 adalah tahun ujian bagi Habib Hasan,selain ayahnya Habib Jafar wafat pada bulan haji,fitnah opun berdatangan kepadanya,majelis ta’lim nurul musthafa dikatakan sebagai majelis bid’ah,majelis syirik,malah suatu hari ketika ia bangun tidur ranjangnya penuh dengan kalajengking.maka Habib Hasan pun segera bangkit dari tidur dan berdoa,dalam sekejap kalajengking-kalajengking itu mati semua.pada ali yang lain ia menemukan ular di dalam kamarnya.
Bahkan pernah selama satu bulan kakinya tidak bias digerakkan,selama itu kegiatan diserahkan kepada adiknya Habib Abdullah.kakinya sembuh berkat bacaan rutin Subhanallah wabihamdihi Subhanallahil adzim Astagfirullah.
Sempat terlintas dalam benaknya akan meninggalkan kegiatan majelis ta’limnya itu,tapi dibatalkan,karena tidak disetujui Al allamah Alhabib Abdurrahman Assegaf,bukit duri.setelah mendapat dukungan Habib Abdurrahman assegaf hatinya semakin mantap dan untuk menghadapi fitnah fitnah itu,Habib Hasan melakukan ziarah ke makam para shaliihin di berbagai tempat,seperti luar batang,Kwitang,Bogor,Tegal,Pekalongan,Solo,Gresik,Surabaya,Bangil,Malang,dan lain lain.
Suatu hari Habib Hasan mengungkapkan kepada ibunya bahwa ia ingin menikah,sang ibu sangat bersyukur,maklum Habib Hasanadalah anak sulung,lantas ibunya menyodorkan 40 foto syarifah,Habib Hasan kemudian mengambil satu dan mengimpan dikantong sakunya tanpa melihat wajah gambar itu.
Esok harinya ia pergi ke tegal,dan memakai baju yang sama jadi ia yakin bahwa foto syarifah pemberian ibunya itu masih ada dikantong baju.namun,ketika sampai di tegal,foto itu hilang.kemudian ia melanjutkan perjalanan ke Solo.ketika sampai dirumah Habib Anis Alhabsyi di solo,dikantongnya ada sesuatu yang mengganjal.ternyata ganjalan itu adalah sebuah foto yaitu foto syarifah pemberian ibunya.saat ketemu Habib Anis,Habib Hasan meminta pendapat tentang calon istrinya yang wajahnya ada di dalam foto itu.padahal sampai detik itu ia belum melihat wajah fioto itu.dan ternyata Habib Anis menyatakan persetujuannya terhadap calon tersebut.
Sekembalinya ke Bogor,kepada ibunya Habib Hasan menceritakan pertemuan dengan Habib Anis,maka keluarganyapun segera mempersiapkan acara untuk melamar gadis itu,pada saat itulah Habib Hasan baru berani melihat wajah di foto yang telah dibawanya kemana mana itu yang ternyata adalah syarifah Muznah binti Ahmad Alhaddad,keponakan Habib Abdul qadir bin Ahmad Alhaddad,condet.lamaran tak bertepuk sebelah tangan.sebulan kemudian,pernikahan dua sejoli itu dilangsungkan dirumah mempelai perempuan.
Kini pasangan itu telah dikarunia tiga orang anak,Rokayah (8thn),Attos Abdullah (7thn) dan Ali (6thn).setelah Habib Hasan berkeluarga,semuanya jadi tambah lancer,jamaah bertambah hingga 6 ribu orang tersebar di Jakarta selatan dan Jakarta timur,bahkan tahun 2005 jumlah jamaah mencapai lima belas ribu orang.tahun berikutnya Habib Hasan pindah ke kampong manggis di depan kantor Sarul Aitam d jalan M Kahfi 1 jakarta selatan.disitu ia membangun rumah dan Mushalla di atas tanah hibah daru H abdul gofar,Hj Nur Utami dan H Masturoh.
Pada tahun itu juga Habib Hasan mengukuhkan yayasan nurul musthafa yang di ketuai oleh adiknya Habib Abdullah bin Jafar assegaf dan dia sendiri dengan izin resmi dari depag.
Tahun 2006 majelis ta’lim nurul musthafa semakin pesat.pada tahun itu pula,Habib Hasan mulai mendiami rumahnya sendiri yang juga menjadi kantor secretariat yayasan nurul musthafa.
Pada tahun 2007 yayasan nurul musthafa mulai mendirikan  gedung khusus untuk kegiatan ta’lim di atas tanah hibah yang terletak persis dibelakang kediaman Habib Hasan.padahal saat itu kontur tanah tersebut miring hingga sulit untuk segera bias merealisasikan pembangunan tersebut.tanah itu perlu di urug,namun untuk mengurugnyadibutuhkan tanah yang tidak sedikit,apalagi kiri kanan lahan tanah tersebuttelah dibatasi tembok tembok tetangga.
Ketika menyadari hal itu,Rahman,tangan kanan Habib Hasan menyatakan pesimis,namun habib hasan dengan tenang menjawab,”sabar saja,nanti juga akan adatanah untuk mengurug”.benar saja beberapa hari kemudian rahman menerima kedatanagn tetangga Sebelah yang merencanakan ingin membuat kolam renang sehingga akan membuang tanah yang cukup banyak,”pucuk di cita ulam tiba”kata Rahman.
Maka tanoa kesulitan,tanah dari tetengga sebelah dipindahkan kerumah Habib Hasan.kegiatan majelis ta’lim berjalan sejak senin gingga sabtu ba’da magrib yang di hadirisekitar 300 orang dampai 400 orang jamaah.malam senin pembacaan kitab syarah Ainiyah,karya Habib Ahmad bin Hasan Alattos,malam selasa pembacaan Syafinatunnajah di kuti dengan ziarah ke makam Habib KUncung di kalibata,malam rabu pembacaan shalawat dan kitab riyadussholihin,malam kamis pembacaan nama nama Nabi SAW dengan qasidahan,malam jum’at pembacaan Dalailul Khairat dan kitab Arbain nawawi diteruskan ziarah ke makam Habib Salim bin toha Alhaddad.pada malam ahad Habib Hasan mengerahkan jamaahnya untuk mengikuti majelis ta’lim yang berpindah pindah sesuai undangan.
Para jamaah itu dikoordinir di suatu tempat yang strategis dan kemudian membentukkonvoi menuju  ke tempat acara bersama dia dan krunya dan iring-iringan kenderaan roda 4 dan roda 2.di sepanjang jalan merekamengumandangkan kalimah kalimah tauhid dan sejenisnya.
Ketika sampai di tujuan,disana ribuan jamaah yang lain telah menanti.dan angkasa pun dimeriahkan dengan dentuman kembang api.setelah itu,acara ta’lim dimulai dan berlangsaung hingga2-3 jam,sekitar jam 00.00 acara usai dan para jamaah membubarkan diri dengan tertib.dirumahnya pun  Habib Hasan masih menggelar pengajian hingga subuh tiba.

Minggu, 15 Juli 2012

thierry henry "islam adalah agama pilihan"

Islam adalah sebuah pilihan, demikian kata pemain sepakbola Thierry Henry. Kerana itu ketika memutuskan keyakinan dan menjadi mualaf, dia merasa bahawa berasa sangat dekat dengan Islam.
“Saya menganggap Islam sebagai pilihan terbaik untuk saya jika saya ingin percaya kepada sebuah agama,” kata penyerang New York Red Bulls.
Menurut Henry, menjadi seorang Muslim itu tidak boleh setengah-setengah. “Aku mengikuti semua apa yang diajarkan oleh Al Quran. Ini sebabnya saya anggap Islam yang paling dekat dengan hati saya.”
Legenda Arsenal ini menyatakan, Islam mengajar umatnya bahwa seseorang harus percaya dulu terhadap Al Quran. Ini sebabnya dia belum menyatakan Islam sebagai agamanya, tapi Henry mengerti agama ini lebih daripada agama lain.
“Dan itu benar-benar menyedihkan bahwa banyak orang tidak meluangkan waktu untuk mencoba memahami Islam.”
Penyerang Les Bleus Perancis yang berjaya meraih Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000 ini menekankan, jika seseorang benar-benar percaya kepada Allah SWT, maka sudah seharusnya setiap Muslim harus menjadi orang yang taat. “Kalau percaya ajaran Islam, seseorang harus percaya pada Al Quran dan Rasul terakhir,” kata Henry.